Sabtu, 28 Januari 2017

SETRATEGI PEMASARAN LELE

 SETRATEGI PEMASARAN LELE

 

Panduan Cara Pemasaran Ikan Lele Hasil Panen Untuk Pemula.   Hal ini tentunya menjadi tahap akhir sebuah perjalanan untuk seorang pembudidaya ikan lele, tahap ini dimana adalah tahap yang akan memberikan presentase keuntungan ataupun kerugian.
Pemasaran Ikan Lele Hasil Panen
Untuk masalah ini Anda sebagai seorang pembudidaya ikan lele tidak perlu hawatir karena ikan tak bersisik dan berkumis ini sangat diminati para konsumen, dan untuk penjualannyapun sangat mudah, bahkan banyak yang sangat menyukai ikan lele untuk dikonsumsi. Ikan lele sangat umum dikonsumsi dimanapun kita berada, dan ini tersedia diwarung sepanjang jalanan kota, banyak menyebutnya dengan warung lesehan, tentunya warung ini pasti menyajikan menu ikan lele baik bakar atau goreng dengan sambal yang enak tentunya.
Dalam permasalahan ini yang akan menjadi bahan pertanyaan seperti, “Jangan-jangan sulit untuk menjual hasil panen ikan lele kita?”, “Jangan-jangan tidak laku untuk dijual”, dan pertanyaan yang cenderung membuat hati kita tidak yakin lainnya. Dengan ketidak yakinan inilah yang membuat para mereka yang ingin memulai bisnis budidaya ikan lele menjadi pudar dan akhirnya tidak jadi membudidayakan ikan berkumis ini. Didalam dunia bisnis, pemasaran adalah masalah yang sangat penting dan sebuah fakta yang akan menentukan pendapatan keuntungan bisnis itu sendiri. Jadi hal ini tentunya harus dikerjakan dengan maksimal dan penuh strategi, untuk masalah cara pemasaran ikan lele, juga seperti itu, kita harus memasarkan hasil panen ikan lele kita dengan strategi. Jadi apakah Anda siap untuk memulai bisnis sampingan yang menjanjikan ini? Apkah Anda akan menyerah sebelum perang dinumai? Jiwa bisnis Andalah yang mampu menjawab pertanyaan tersebut!!
Cara Pemasaran Ikan Lele sangat mudah, dan data ini terlihat mulai menanjaknya permintaan konsumen terhadap ikan lele telah ada sejak tahun 2001, dan hingga sekarang konsumsi ikan lele ditingkat masyarakat semakin meningkat. Seiring dengan berkembangnya waktu, jika dahulu kala  ikan berkumis tak bersisik ini dianggap sebagai ikan yang menjijikkan karena licin, amis, bentuknya bikin geli, dan lain-lain, pada era sekarang malah menjadi  salahsatu ikan air tawar yang sangat digemari oleh masyarakat. Dan jika Anda mengetahuin ini apakah Anda masih bingung bagaimana cara pemasaran ikan lele?
Pertanyaan untuk hati Anda adalah “Apakah cara pemasarkan ikan lele sudah kita lakukan dengan maksimal ? ”. Saat masih duduk dibangku sekolah, guru kewirausahaan saya selalu berkata “pemasaran itu penting, dan ini sangat mempengaruhi sebuah bisnis akan mampu berkembang atau tidak” kata-kata dari Bapak guru saya ini sudah masuk didalam hati dan sampai saat ini saya masih mengingatnya. Maka dari itu jika Anda adalah seorang peternak ikan lele, maka jika sebelum melakukan itu harus melihat peluang pasar dan membuat strategi pemasaran. Peluang yang akan kita jadikan target dalam pemasaran ikan lele ini sangat mudah dan sangat banyak , mulai dari warung pecel lele, warung tegal, rumah-rumah makan, resto-resto, dan lain sebagainya dan semua itu pasti sudah menyajikan menu ikan lele konsumsi dengan bumbu dan resep andalan mereka sendiri.
Selain itu banyaknya inovasi terhadap daging ikan lele ini menjadi salah satu ikan yang dagingnya diolah menjadi beberapa makanan tertentu, seperti bakso, presto, kripik  dan lain sebagainya. Setelah saya jelaskan beberapa tempat atau peluang untuk memasarkan ikan lele tersebut, tentunya dari Anda ada yang meragukan tempat-tempat ini, padahal tempat tersebut pasti membutuhkan stok ikan lele yang sangat banyak. Dengan minimnya penyetok ikan lele, kadang pemilik warung pecel lele melakukan budidaya pembesaran ikan lele sendiri, agar tidak kesusahan untuk mendapatkan ikan lele yang siap konsumsi. Hal ini langsung saya temui saat saya sedang makan diwarung lesehan di sebuah jalan bibis-kasihan-bantul-yogyakarta. Bu Paini yang merupakan penjual pecel lele lesahan itu memberitahukan pada saya bahwa ikan lele yang saya makan adalah ternaknya sendiri yang dijamin kebersihannya, mungkin beliau sedang promosi  .. hehe . Baiklah jika Anda sudah mengerti hal tersebut apakah masih bingung dengan cara pemasaran ikan lele?
Sederhana saja, kita akan membuat perhitungan kepada tempat yang membutuhkan stok ikan lele. Yaitu warung pecel lele, warung pecel lele saat ini telah menyebar disepanjang jalan disemu jalanan kota atau bahkan diperdesaan. Keberadaan warung pecel  bisa kita dapatkan dengan hanya radius 100 meter diperkotaan, dan ini tentunya sudah saya ambil radius paling jauh diperkotaan. Sedangkan diperdesaan bisa kita dapatkan antara 1km, tentunya juga sudah saya ambil perkiraan paling jauh. Untuk masalah cara pemasaran ikan lele, jangan menganggap sepele sebuah warung pecel lele, ini tentunya jika Anda pebisnis yang hebat mampu melihat peluang tersebut. Pada hari biasa warung pecel lele mampu menghabiskan 2 sampai 3 kilo ikan lele siap konsumsi, tentunya hal yang luar biasa untuk hanya ukuran warung kecil yang dapat
mengkonsumsi ikan berkumis ini. Sedangkan pada hari libur/ramai mereka bisa menghabiskan 5-6 kilo ikan lele segar yang siap dikonsumsi.
Pemasaran Ikan Lele Hasil Panen
Jika demikian tentunya kita dapat menghitung berapa banyak setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan para penual warung pecel lele ini. Jika kita anggap saja ada 50 warung pecel lele yang tidak jauh dari lokasi kita ternak ikan lele, maka ini adalah peluang yang sangat besar. Apabila kita menghitung kebutuhan para pengelola warung pecel lele akan lele yang siap konsumsi dengan nilai terendah yaitu 2 kg/hari x 50 warung pecel lele, berarti warung pecel lele disekitar rumah kita membutuhkan sekitar 100 kg/hari, samadengan 3 ton/bulan.  Segera cari channel untuk mengenal para pengelola warung pecel lele, dekati mereka dan tanyakan mau menerima ikan lele yang telah Anda budidaya atau tidak!! Mudah kan? Ini baru tentang warung pecel lele saja, dan tentunya masih banyak lagi rumah makan atau resto lainnya yang membutuhkan pemasok ikan lele.
Jika contoh diatas sudah jelas dan akan sadar peluang di tempat-tempat sekitar kita maka tunggu apalagi, selagi masih mempunyal skill dan kemampuan segera budidaya ikan berkumis ini. Jika Anda masih bingung dengan cara pemasaran ikan lele, itu sangat disayangkan. Anda tidak mau melihat peluang pasar disekitar Anda, jangan hawatir berlebihan tentang pemasaran ikan lele ini, sekali lagi tempat-tempat disekitar tempat tinggal Anda banyak membutuhkan ikan yang mempunyai rasa gurih ini. Baiklah jika sudah mengetauhi tempat-tempat yang siap menampung ikan lele hasil dari panen, mari kita berhitung dengan sederhana tentunya untuk para pengusaha ikan lele pemula.
Penebaran 1000 benih yang akan kita budaya/pembesaran untuk sebuah koma 10x10 meter bisa mencapai 1 kuintal bahkan lebih ikan lele yang siap konsumsi. Untuk mencapai hasil panen diperlukan waktu 60 hari atau sekitar 2 bulan, panen paling buruk adalah dengan jangka waktu diatas 3 bulan. Nah untuk mencapai hasil panen yang  sesuai target, diperlukan ketelitian dan keuletan, tentang aturan cara budidaya, perawatan, dan cara memberi makan yang baik dan benar, seperti pada artikel ini Jenis Pakan Ikan Lele dan Cara Pemberian Yang Benar Untuk Meningkatkan Hasil Panen. Jika kita berusaha untuk mencukupi kebutuhan 50 warung pecel lele yang ada disekitar rumah kita, setiap bulannya yang memerlukan kurang lebih 5 ton, maka diperlukan energi extra untuk menghasilan ikan lele konsumsi untuk memenuhi para pengelola warung pecel lele. Yang paling kita garis bawahi bahwa, dinegara kita cara pemasaran ikan lele sangat mudah, karena banyak peminatnya.
Langkah lain dalam cara pemasaran ikan lele adalah dengan menjualnya ke pengepul, cara ini dapat kita lakukan jika ingin menembalikan modal secara cepat, karena pastinya pengepul akan memborong ikan lele hasil panen kita. Tetapi dalam cara ini memang ada kelemahan yaitu tentang harga, pastinya hasil yang kita dapatkan lebih sedikit dibanding dengan menjualnya ke para pengelola warung pecel lele. Namun cara ini mempunyai kelebihan yaitu praktis, dan tidak repot karena mereka akan memborong ikan hasil panen Anda. Untuk menemukan para pengepul ikan lele bisa kita tanyakan ke teman,kerabat,penjual ikan dipasar-pasar , atau di internet, dan lain sebagainya. Percayalah didaerah manapun pasti ada pengepul ikan lele ini, dan ini tergantung kelincahan Anda untuk melobi mereka.
Yang jadi pertanyaan untuk Anda “apakah mungkin orang yang tidak memliki produk bisa memasarkan prosuk tersebut?”. Untuk itu semua coretan diatas adalah solusi untuk menjawab keraguan kita yang selalu bertanya-tanya tentang cara pemasaran ikan lele hasil panen untuk pemula. Dengan cara yang mudah dan gampang jika kita mau belajar dan terus mencobanya, selai dalam hal positif. Cara diatas adalah solusi untuk para pemula yang ingin memulai budidaya/pembesaran ikan lele, yang hanya melihat peluang tempat-tempat terdekat yang memerlukan pemasok ikan lele. Dan bagi Anda yang sudah berpengalaman dalam pemasaran ikan lele hasil panen tentunya merupakan nilai plus. Cara melihat peluang lokasi terdekat adalah cara yang paling bagus untuk para pemula, selain sangat terjangkau dan juga tidak akan memerlukan biaya tambahan untuk transportasi pengiriman atau lain sebagainya.
Saya rasa untuk tips Panduan Cara Pemasaran Ikan Lele Hasil Panen Untuk Pemula yang saya berikan sudah cukup dan mampu memotivasi Anda agar tetap berkarya. Dalam berternak ikan lele yang paling penting adalah adanya pengalaman, dan dari mana pengalaman itu bisa kita dapatkan? Tentunya dengan mencoba bukan!! Untuk itu jangan pernah berputus asa, masih banyak cara untuk menambah pundi-pundi rupiah, termasuk dengan budidaya ikan lele ini. Semoga sukses para mitra budiaya!!

Demikian tips yang saya bagikan tentang Panduan CaraPemasaran Ikan Lele Hasil Panen Untuk Pemula, semoga bermanfaat, baca juga ulasan menarik lainnya pada Peluang Beternak Ikan Lele Dengan Kolam Terpal Untuk Pemula.

BUDIDAYA LELE

BUDIDAYA LELE 

UNTUK PEMESANAN BENIH DAN LELE KONSUMSI SILAHKAN HUBUNGI  MAS MONOX 085-702-355-589 LOKASI BOYOLALI


Lele merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan tubuh memanjang dan kulit licin. Di Indonesia ikan lele mempunyai beberapa nama daerah, antara lain: ikan kalang (Padang), ikan maut (Gayo, Aceh), ikan pintet (Kalimantan Selatan), ikan keling (Makasar), ikan cepi (Bugis), ikan lele atau lindi (Jawa Tengah). Sedang di negara lain dikenal dengan nama mali (Afrika), plamond (Thailand), ikan keli (Malaysia), gura magura (Srilangka), ca tre trang (Jepang). Dalam bahasa Inggris disebut pula catfish, siluroid, mudfish dan walking catfish. Ikan lele tidak pernah ditemukan di air payau atau air asin. Habitatnya di sungai dengan arus air yang perlahan, rawa, telaga, waduk, sawah yang tergenang air. Ikan lele bersifat noctural, yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari. Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap. Di alam ikan lele memijah pada musim penghujan.
JENIS
Klasifikasi ikan lele menurut Hasanuddin Saanin dalam Djatmika et al (1986) adalah:
Kingdom         : Animalia
Sub-kingdom : Metazoa
Phyllum          : Chordata
Sub-phyllum : Vertebrata
Klas                 : Pisces
Sub-klas        : Teleostei
Ordo              : Ostariophysi
Sub-ordo      : Siluroidea
Familia         : Clariidae
Genus           : Clarias
Di Indonesia ada 6 (enam) jenis ikan lele yang dapat dikembangkan:
1) Clarias batrachus, dikenal sebagai ikan lele (Jawa), ikan kalang (Sumatera Barat), ikan maut (Sumatera Utara), dan ikan pintet  (Kalimantan Selatan).
2) Clarias teysmani, dikenal sebagai lele Kembang (Jawa Barat), Kalang putih (Padang).
3) Clarias melanoderma, yang dikenal sebagai ikan duri (Sumatera Selatan), wais (Jawa Tengah), wiru (Jawa Barat).
4) Clarias nieuhofi, yang dikenal sebagai ikan lindi (Jawa), limbat (Sumatera Barat), kaleh (Kalimantan Selatan).
5) Clarias loiacanthus, yang dikenal sebagai ikan keli (Sumatera Barat), ikan penang (Kalimantan Timur).
6) Clarias gariepinus, yang dikenal sebagai lele Dumbo (Lele Domba), King cat fish, berasal dari Afrika.
PEMELIHARAAN PEMBESARAN

1) Pemupukan
a. Sebelum digunakan kolam dipupuk dulu. Pemupukan bermaksud untuk menumbuhkan plankton hewani dan nabati yang menjadi makanan alami bagi benih lele.
b. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang (kotoran ayam) dengan dosis 500-700 gram/m2. Dapat pula ditambah urea 15 gram/m2, TSP 20 gram/m2, dan amonium nitrat 15 gram/m2. Selanjutnya dibiarkan selama 3 hari.
c. Kolam diisi kembali dengan air segar. Mula-mula 30-50 cm dan dibiarkan selama satu minggu sampai warna air kolam berubah menjadi coklat atau kehijauan yang menunjukkan mulai banyak jasad-jasad renik yang tumbuh sebagai makanan alami lele.
d. Secara bertahap ketinggian air ditambah, sebelum benih lele ditebar.
2) Pemberian Pakan
a. Makanan Alami Ikan Lele
1. Makanan alamiah yang berupa Zooplankton, larva, cacing-cacing, dan serangga air.
2. Makanan berupa fitoplankton adalah Gomphonema spp (gol. Diatome), Anabaena spp (gol. Cyanophyta), Navicula spp (gol. Diatome), ankistrodesmus spp (gol. Chlorophyta).
3. Ikan lele juga menyukai makanan busuk yang berprotein.
4. Ikan lele juga menyukai kotoran yang berasal dari kakus.
b. Makanan Tambahan
1. Pemeliharaan di kecomberan dapat diberi makanan tambahan berupa sisa-sisa makanan keluarga, daun kubis, tulang ikan, tulang ayam yang dihancurkan, usus ayam, dan bangkai.
2. Campuran dedak dan ikan rucah (9:1) atau campuran bekatul, jagung, dan bekicot (2:1:1).
c. Makanan Buatan (Pellet)
1. Komposisi bahan (% berat): tepung ikan=27,00; bungkil kacang kedele=20,00; tepung terigu=10,50; bungkil kacang tanah=18,00; tepung kacang hijau=9,00; tepung darah=5,00; dedak=9,00; vitamin=1,00; mineral=0,500;
2. Proses pembuatan:
Dengan cara menghaluskan bahan-bahan, dijadikan adonan seperti pasta, dicetak dan dikeringkan sampai kadar airnya kurang dari 10%. Penambahan lemak dapat diberikan dalam bentuk minyak yang dilumurkan pada pellet sebelum diberikan kepada lele. Lumuran minyak juga dapat memperlambat pellet tenggelam.
3. Cara pemberian pakan:
– Pellet mulai dikenalkan pada ikan lele saat umur 6 minggu dan diberikan pada ikan lele 10-15 menit sebelum pemberian makanan yang berbentuk tepung.
– Pada minggu 7 dan seterusnya sudah dapat langsung diberi makanan yang berbentuk pellet.
– Hindarkan pemberian pakan pada saat terik matahari, karena suhu tinggi dapat mengurangi nafsu makan lele.
3) Pemberian Vaksinasi
Cara-cara vaksinasi sebelum benih ditebarkan:
a. Untuk mencegah penyakit karena bakteri, sebelum ditebarkan, lele yang berumur 2 minggu dimasukkan dulu ke dalam larutan formalin dengan dosis 200 ppm selama 10-15 menit. Setelah divaksinasi lele tersebut akan kebal selama 6 bulan.
b. Pencegahan penyakit karena bakteri juga dapat dilakukan dengan menyutik dengan terramycin 1 cc untuk 1 kg induk. c. Pencegahan penyakit karena jamur dapat dilakukan dengan merendam lele dalam larutan Malachite Green Oxalate 2,5–3 ppm selama 30 menit.
4) Pemeliharaan Kolam/Tambak
a. Kolam diberi perlakuan pengapuran dengan dosis 25-200 gram/m2 untuk memberantas hama dan bibit penyakit.
b. Air dalam kolam/bak dibersihkan 1 bulan sekali dengan cara mengganti semua air kotor tersebut dengan air bersih yang telah diendapkan 2 malam.
c. Kolam yang telah terjangkiti penyakit harus segera dikeringkan dan dilakukan pengapuran dengan dosis 200 gram/m2 selama satu minggu. Tepung kapur (CaO) ditebarkan merata di dasar kolam, kemudian dibiarkan kering lebih lanjut sampai tanah dasar kolam retak-retak.
HAMA DAN PENYAKIT
a. Hama pada lele adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu kehidupan lele.
b. Di alam bebas dan di kolam terbuka, hama yang sering menyerang lele antara lain: berang-berang, ular, katak, burung, serangga, musang air, ikan gabus dan belut.
c. Di pekarangan, terutama yang ada di perkotaan, hama yang sering menyerang hanya katak dan kucing. Pemeliharaan lele secara intensif tidak banyak diserang hama. Penyakit parasit adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme Tingkat rendah seperti virus, bakteri, jamur, dan protozoa yang berukuran kecil.
1) Penyakit karena bakteri Aeromonas hydrophilla dan Pseudomonas hydrophylla
Bentuk bakteri ini seperti batang dengan polar flage (cambuk yang terletak di ujung batang), dan cambuk ini digunakan untuk bergerak, berukuran 0,7–0,8 x 1–1,5 mikron. Gejala: iwarna tubuh menjadi gelap, kulit kesat dan timbul pendarahan, bernafas megap-megap di permukaan air. Pengendalian: memelihara lingkungan perairan agar tetap bersih, termasuk kualitas air. Pengobatan melalui makanan antara lain: (1) Terramycine dengan dosis 50 mg/kg ikan/hari, diberikan selama 7–10 hari berturut-turut. (2) Sulphonamid sebanyak 100 mg/kg ikan/hari selama 3–4 hari.
2) Penyakit Tuberculosis
Penyebab: bakteri Mycobacterium fortoitum). Gejala: tubuh ikan berwarna gelap, perut bengkak (karena tubercle/bintil-bintil pada hati, ginjal, dan limpa). Posisi berdiri di permukaan air, berputar-putar atau miring-miring, bintik putih di sekitar mulut dan sirip. Pengendalian: memperbaiki kualitas air dan lingkungan kolam. Pengobatan: dengan Terramycin dicampur dengan makanan 5–7,5 gram/100 kg ikan/hari selama 5–15 hari.
3) Penyakit karena jamur/candawan Saprolegnia.
Jamur ini tumbuh menjadi saprofit pada jaringan tubuh yang mati atau ikan yang kondisinya lemah. Gejala: ikan ditumbuhi sekumpulan benang halus seperti kapas, pada daerah luka atau ikan yang sudah lemah, menyerang daerah kepala tutup insang, sirip, dan tubuh lainnya. Penyerangan pada telur, maka telur tersebut diliputi benang seperti kapas. Pengendalian: benih gelondongan dan ikan dewasa direndam pada Malachyte Green Oxalate 2,5–3 ppm selama 30 menit dan telur direndam Malachyte Green Oxalate 0,1–0,2 ppm selama 1 jam atau 5–10 ppm selama 15 menit.
4) Penyakit Bintik Putih dan Gatal/Trichodiniasis Penyebab: parasit dari golongan Ciliata, bentuknya bulat, kadang-kadang amuboid, mempunyai inti berbentuk tapal kuda, disebut Ichthyophthirius multifilis. Gejala: (1) ikan yang diserang sangat lemah dan selalu timbul di permukaan air; (2) terdapat bintik-bintik berwarna putih pada kulit, sirip dan insang; (3) ikan sering menggosok-gosokkan tubuh pada dasar atau dinding kolam. Pengendalian: air harus dijaga kualitas dan kuantitasnya. Pengobatan: dengan cara perendaman ikan yang terkena infeksi pada campuran larutan Formalin 25 cc/m3 dengan larutan Malachyte Green Oxalate 0,1 gram/m3 selama 12–24 jam, kemudian ikan diberi air yang segar. Pengobatan diulang setelah 3 hari.
5) Penyakit Cacing Trematoda
Penyebab: cacing kecil Gyrodactylus dan Dactylogyrus. Cacing Dactylogyrus menyerang insang, sedangkan cacing Gyrodactylus menyerang kulit dan sirip. Gejala: insang yang dirusak menjadi luka-luka, kemudian timbul pendarahan yang akibatnya pernafasan terganggu. Pengendalian: (1) direndam Formalin 250 cc/m3 air selama 15 menit; (2)
Methyline Blue 3 ppm selama 24 jam; (3) mencelupkan tubuh ikan ke dalam larutan Kalium -Permanganat (KMnO4) 0,01% selama 30 menit; (4) memakai larutan NaCl 2% selama 30 menit; (5) dapat juga memakai larutan NH4OH 0,5% selama 10 menit.
6) Parasit Hirudinae
Penyebab: lintah Hirudinae, cacing berwarna merah kecoklatan. Gejala: pertumbuhannya lambat, karena darah terhisap oleh parasit, sehingga menyebabkan anemia/kurang darah. Pengendalian: selalu diamati pada saat mengurangi padat tebar dan dengan larutan Diterex 0,5 ppm.
Apabila lele menunjukkan tanda-tanda sakit, harus dikontrol faktor penyebabnya, kemudian kondisi tersebut harus segera diubah, misalnya :
1) Bila suhu terlalu tinggi, kolam diberi peneduh sementara dan air digantidengan yang suhunya lebih dingin.
2) Bila pH terlalu rendah, diberi larutan kapur 10 gram/100 l air.
3) Bila kandungan gas-gas beracun (H2S, CO2), maka air harus segera diganti.
4) Bila makanan kurang, harus ditambah dosis makanannya.